21 Mei
Hari ini sedang rindu-rindunya dengan hiruk pikuk ibu kota.
Rindu secangkir kopi yang selalu menemani, juga rindu kemacetan jalan raya.
Terakhir kali berkunjung ke kafe di dekat kampus itu tanggal 18 Maret. Sudah dua bulan rupanya suasana itu tidak dijumpai lagi.
Biasanya menyesapi kopi, kini menyesapi sepi. Buku-buku menjadi
membosankan untuk dibaca, kata-kata juga sulit untuk dirangkai. Ketika ingin
benar-benar menulis, diksi seakan tertahan pada ruang di otak.
Aneh, tulisan hari ini menjadi sangat hambar.
Pada akhirnya, berhasil pula membuat sebuah tulisan tanpa
kata “saya”

Komentar
Posting Komentar