Bukan Cinta
Awalnya tidak ada yang menarik dari dirimu. Kau standar, sama seperti pria lain pada umumnya. Tidak ada yang benar-benar membuatku tertarik dari dirimu, tidak ada yang benar-benar membuatku menganggapmu berbeda. Kau hanyalah sosok yang kesepian setiap malam minggu, iya, karena kau selalu menyanyikan lagu-lagu melankolis romantis yang kau iringi dengan petikan gitarmu. Menyanyikan setiap lagu yang juga mendeskripsikan perasaanku. Lagu-lagu tanah air yang belum terlalu kukenal sebelumnya.
Aku tidak tahu siapa kamu.. Darimana asalmu, bahkan dimana rumahmu. Percaya tak percaya, aku juga belum pernah melihat wajahmu. Wajahmu selalu tertutup gelapnya malam di saat aku mengintip dari celah-celah jendela kamarku. Yang kutahu hanya satu, kau mungkin teman dari salah seorang mahasiswa yang nge-kost di rumah tetangga sebelahku. Aku tidak tahu apa-apa mengenai mahasiswa disana, aku belum pernah melihat wajah mereka sekalipun. Mungkin karena aku yang kurang bersosialisasi? Atau mungkin aku yang tidak mengikuti jejak ibuku untuk keluar mengobrol bersama tetangga setiap senja mulai menampar. Aku tidak tahu siapa kamu..
Lama-kelamaan, aku selalu saja mendengar suara merdumu dan petikan gitarmu di tiap malam minggu. Aku menyukai bagaimana caramu bersenandung indah dan menyelaraskan untaian kata ke dalam nada yang kau jentikkan sendiri dengan jemari-jemarimu. Aku tidak pernah mendengar suara pria sebagus suara yang kau miliki. Suaramu khas, dan aku sangat mengenali suaramu. Di kamar ini, aku selalu bertanya-tanya sendiri, apakah kau sekarang tengah menyendiri?
Kau juga tidak tahu siapa aku. Kau tidak tahu bahwa setiap malam minggu aku selalu menunggu petikan gitar dan suara merdumu. Karena kamu, aku diilhami banyak inspirasi. Lagu favoritku yang pernah kau nyanyikan adalah Dealova yang dinyanyikan Dewa, entah mengapa kau seperti membaca apa yang ada dalam sukmaku. Liriknya selalu membuatku kembali ke masa lalu, membawa serpihan kenangan yang ada.. Aku berterima kasih, terkhusus padamu, karena kamu, malam mingguku tak sesepi sebelumnya.
Ini bukan cinta, ini hanya sebatas kagum belaka. Ini hanya perasaan kagumku pada suara beratmu dan petikan gitarmu. Itu saja..
Dan aku tidak ingin berkenalan denganmu. Percuma.. Kamu pasti jauh lebih tua dari diriku -_-" Haha..
Aku tidak tahu siapa kamu.. Darimana asalmu, bahkan dimana rumahmu. Percaya tak percaya, aku juga belum pernah melihat wajahmu. Wajahmu selalu tertutup gelapnya malam di saat aku mengintip dari celah-celah jendela kamarku. Yang kutahu hanya satu, kau mungkin teman dari salah seorang mahasiswa yang nge-kost di rumah tetangga sebelahku. Aku tidak tahu apa-apa mengenai mahasiswa disana, aku belum pernah melihat wajah mereka sekalipun. Mungkin karena aku yang kurang bersosialisasi? Atau mungkin aku yang tidak mengikuti jejak ibuku untuk keluar mengobrol bersama tetangga setiap senja mulai menampar. Aku tidak tahu siapa kamu..
Lama-kelamaan, aku selalu saja mendengar suara merdumu dan petikan gitarmu di tiap malam minggu. Aku menyukai bagaimana caramu bersenandung indah dan menyelaraskan untaian kata ke dalam nada yang kau jentikkan sendiri dengan jemari-jemarimu. Aku tidak pernah mendengar suara pria sebagus suara yang kau miliki. Suaramu khas, dan aku sangat mengenali suaramu. Di kamar ini, aku selalu bertanya-tanya sendiri, apakah kau sekarang tengah menyendiri?
Kau juga tidak tahu siapa aku. Kau tidak tahu bahwa setiap malam minggu aku selalu menunggu petikan gitar dan suara merdumu. Karena kamu, aku diilhami banyak inspirasi. Lagu favoritku yang pernah kau nyanyikan adalah Dealova yang dinyanyikan Dewa, entah mengapa kau seperti membaca apa yang ada dalam sukmaku. Liriknya selalu membuatku kembali ke masa lalu, membawa serpihan kenangan yang ada.. Aku berterima kasih, terkhusus padamu, karena kamu, malam mingguku tak sesepi sebelumnya.
Ini bukan cinta, ini hanya sebatas kagum belaka. Ini hanya perasaan kagumku pada suara beratmu dan petikan gitarmu. Itu saja..
Dan aku tidak ingin berkenalan denganmu. Percuma.. Kamu pasti jauh lebih tua dari diriku -_-" Haha..

Komentar
Posting Komentar