Ratu Sejagad Semalam

Namaku Naurah. Gadis paling elok seantero negeri. Itu kata ibuku, namun setidaknya kuakui itu benar. Usiaku tujuh belas bulan depan. Dan sejak kecil aku berambisi untuk menjadi superstar, gadis nomor satu, gadis paling populer tanpa ada yang mampu menandingi. Dalam kamusku, menjadi populer itu absolut. Karena dengan kepopuleranmu, aku berani bertaruh bahwa banyak yang akan menemanimu. Intinya, kamu akan mendapat banyak teman. Kukira dalam era ini manusia mayoritas berteman memandang golongan tertentu. Contohnya saja, manusia akan menjadi temanmu ketika kamu sedang berada di atas, terkenal, cantik, atau mungkin pintar. Sudah hukum alam. Mungkin aku penganut sarkasme, tapi aku mengumbar realita.

Aku anak tunggal, selalu dimanja. Aku tidak suka dipanggil dengan sebutan 'Tuan Putri' karena aku lebih pantas menjadi ratu. Itulah sebabnya, keluarga dan teman-teman memanggilku 'Ratu'. Aku tidak suka dikalahkan, aku benci disaingi. Namun sosok yang selalu hadir mengalahkanku adalah Vira, sahabatku sendiri. Meskipun ia karibku sejak balita, demi apapun aku membenci Vira atas segala yang ia miliki. Betapa tidak, ia selalu bertahan dalam peringkat paralel sejak kelas 1 SD hingga sekarang. Ia wakil ketua OSIS, hanya wakilku, tetapi ia lebih populer. Followers social medianya lebih dari lima ribu. Dan kamu tahu apa yang paling menyakitkan? Ia adalah kekasih Emir. Kuulangi lagi, Emirku. Lelaki yang hanya mampu kumiliki dalam angan. Sudah empat tahun mereka bersama. Kapan sih cerita mereka usai?

Source : www.feminiya.com


Dahulu aku, Vira, dan Emir adalah tiga serangkai yang tak pernah berpisah. Aku selalu mengagumi Emir dalam setiap langkah yang kulalui. Namun Emir menyukai Vira dan mereka saling mencintai. Aku laksana seonggok debu tak bernyawa yang menyaksikan pementasan drama mereka. Sudah kubilang, aku benci dikalahkan. Ingin rasanya kubunuh saja Vira agar semesta tahu bahwa akulah gadis populer paling bahagia di atas pertiwi.

                                                    ***

Tibalah aku pada hari ini, hari pembagian raport. Hari di mana asaku berkata agar aku mengalahkan Vira dalam menggaet peringkat paralel. Kautahu, betapa terkejutnya aku lantaran namaku disebut sebagai pemegang peringkat paralel kali ini. Vira memelukku, ada percikan tulus dari bola matanya. Mungkin memang benar, Vira adalah sahabat yang paling baik bagiku namun aku adalah monster paling menakutkan untuknya. Yang masih mengenakan topeng, memeluknya lebih erat agar pisauku menancap lebih tajam. Aku tahu aku salah, dan sejujurnya aku tidak akan melakukan ini apabila Vira tega merusak mimpiku.

Selang beberapa detik, followersku membludak drastis. Banyak sekali yang mengucapkan selamat atas predikat baruku. Memang sepantasnya begitu. Menyenangkan sekali bisa populer. Perlu kauketahui, apabila kau telah dapat peringkat paralel di SMA ku, kau akan terkenal mendadak. SMAku merupakan SMA paling hitz se Indonesia. Aku tidak sedang mengenakan majas hiperbola, mungkin ini sebagian dari litotes, entahlah. Wajar saja apabila dalam waktu sesingkat itu, kau bisa jadi terkenal.

"Selamat ya, Ratu" Emir memecah lamunanku "Sekarang Ratu Naurah dapat predikat baru yang akan membuat karirnya melejit"

Aku ingin terbahak menang, tetapi bak tak berdosa, aku menampilkan ekspresi paling sedih yang kumiliki. "Aku tidak enak dengan Vira, Mir. Selama ini pacarmu itu.."

"Aku sudah putus dengannya barusan"

Tenggorokanku tercekat. Bagaimana bisa? "Mir, kau tidak bercanda kan?"

"Tidak, karena aku sadar. Yang kusayangi bukan Vira, tapi Ratu"

Sesimpel itu, sesimpel itu ia bicara lalu beberapa detik setelahnya kami jadian. Aku tidak perlu memikirkan Vira, sok-sok peduli dengan perasaannya, toh ini yang paling aku inginkan. Ini yang paling aku dambakan dan ini yang paling aku harapkan. Tidak perlu lama-lama bersandiwara untuk memenangkan sebuah pertandingan. Emir menjadi milikku, milik Naurah sang ratu sejagad. Tak lama, aku mengumbar semua ini di sosial media. Rasanya menyenangkan menjadi ratu sejagad hari ini. Aku bahagia karena Tuhan membalikkan telapak tanganNya begitu cepat.

Usai aku mengumbar segalanya di sosial media, komentar demi komentar datang hilir mudik. Seperti lebah yang berkerumun membuat madu. Lambat laun aku merasakan komentar yang menyesakkan. Aku dihujat habis-habisan, di cap perebut pacar orang, hingga aku melihat fanpage anti Naurah di Facebook dan Blog. Akun Instagram palsu dengan berbagai fotoku yang diedit menyeramkan. Kusadari aku terkena cyber-bullying. Ask.fm ku penuh pertanyaan tidak bermoral. Tuhan, aku baru saja populer, jadi superstar. Namun bukan ini yang aku inginkan. Bukan hujatan-hujatan hina seperti ini. Rasanya aku ingin menutup mata selamanya, meluapkan kesedihan tanpa ada yang mengusik.

Emir mengantarku ke rumah. Sungguh, selama perjalanan tak sedikitpun momen yang kunikmati. Padahal telah saatnya aku menikmati momen bersama Emir selagi Emir menjadi milikku. Lemparan telur-telur dan bunyi klakson mobil bergantian menghampiri. Aku jengah seperti ini. Padahal baru beberapa detik aku terbang ke angkasa. Tuhan, cabut saja titel populer ini. Kalau aku boleh memutar waktu, aku tidak ingin jadi populer.

Setiba di rumah, aku dapat sms.

Lepaskan Emir atau kulepaskan nyawamu

Suara tembakan tiba-tiba bergemuruh di rumahku. Apa ini resiko menjadi populer? Kaca kamarku tertembak, aku terjatuh dan pingsan saking terkejutnya. Lalu perlahan aku membuka mata.

Kosong. Tidak ada tembakan. Tidak ada haters. Dan tidak ada keramaian. Aku melihat jam dinding Rapunzel-ku. Astaga! Sudah pukul tujuh. Aku sudah terlambat tiga puluh menit untuk pergi ke sekolah. Dengan sigap aku melaju ke kamar mandi, melupakan segenap angan yang terjadi. Untuk jadi populer? Lupakan! Aku tidak ingin kejadian dalam mimpiku terulang. Menjadi populer benar-benar menyeramkan. Lagipula, Vira dan Emir adalah sahabat baikku. Aku tidak akan memghancurkan dongeng mereka demi menghidupkan dongeng milikku, seperti kutipan dari sebuah film yang pernah aku tonton. Cukuplah aku menjadi Ratu Sejagad Semalam. Terima kasih angan, aku tersadarkan bahwa populer bukan tolok ukur kebahagiaan seseorang.

Komentar

Postingan Populer