Akhir Hujan di Kota Bogor
Kemarin senja aku menapak tempat pertama kulabuhkan rasa ini. Seperti baru kemarin aku bicara bahwa lelaki berkarisma yang kukenal di sini adalah kamu. Aku kembali menjejak kota ini. Kota ini masih sama, masih hujan dan masih dingin. Namun hujan dan dingin kali ini bukan perantara cinta yang kulabuhkan untukmu lagi. Hujan dan dingin kali ini seakan mempersembahkan perasaan yang dulu pernah ada. Meletakkannya kembali. Berpamitan antara energi dengan jiwa.
Kamu, yang selalu kuibaratkan sebagai hujan di kota ini. Yang menyejukkan, yang membawa melodi indah dalam hidupku. Seperti bunyi gemerisik hujan yang menenangkan. Hujan yang selalu jadi saksi bisu antara kisah kita. Entah di sini, atau di kota tempat kita berasal.
Aku bersyukur pernah berbicara denganmu di kota ini. Aku bersyukur karena aku tidak jatuh kepada orang yang salah. Kamu yang paling berbeda dan kamu yang paling sempurna. Tetapi aku, entah sejak kapan rasa ini pelan-pelan jadi hambar. Entah sejak kapan aku merasa bahwa aku dan kamu seperti kisah cinta antara pagi dan malam yang tidak pernah bersua.
Di kota ini, aku memulai rasaku untukmu. Lalu di kota ini pula, aku mengakhiri rasaku untukmu. Hanya sesimpel itu cerita ini.
-Amore
Bogor, 23 Juni 2016. Di antara rintik hujan.
Kamu, yang selalu kuibaratkan sebagai hujan di kota ini. Yang menyejukkan, yang membawa melodi indah dalam hidupku. Seperti bunyi gemerisik hujan yang menenangkan. Hujan yang selalu jadi saksi bisu antara kisah kita. Entah di sini, atau di kota tempat kita berasal.
Aku bersyukur pernah berbicara denganmu di kota ini. Aku bersyukur karena aku tidak jatuh kepada orang yang salah. Kamu yang paling berbeda dan kamu yang paling sempurna. Tetapi aku, entah sejak kapan rasa ini pelan-pelan jadi hambar. Entah sejak kapan aku merasa bahwa aku dan kamu seperti kisah cinta antara pagi dan malam yang tidak pernah bersua.
Di kota ini, aku memulai rasaku untukmu. Lalu di kota ini pula, aku mengakhiri rasaku untukmu. Hanya sesimpel itu cerita ini.
-Amore
Bogor, 23 Juni 2016. Di antara rintik hujan.

Komentar
Posting Komentar