Selamat Ulang Tahun, Rinut!
![]() | |
| Setahun yang lalu, ia tengah membawa kue yang aku, Devi, dan Fara buat |
Pertama kali aku memberi ucapan selamat ulang tahun lewat blog, dan tentunya, orang yang aku ucap kini bukan seseorang yang aku anggap biasa. Ia spesial, tentu saja. Gadis yang kini banyak mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Mulai dari rambutnya, warna kulitnya, serta tawanya yang tak lagi aku saksikan. Aku masih menganggap dia spesial, tentunya. Sebenci apapun aku dengannya, semuak apapun aku dengannya, tetapi rasa sayangku pada gadis itu tak bisa pudar hingga detik ini.
Bukan, aku bukan lesbian. Aku masih normal. Aku masih menyukai pria, tenang saja. Rasa sayangku pada gadis itu adalah rasa sayang sosok sahabat sebenarnya. Tak peduli, ia masih menganggapku sahabat atau tidak, atau bahkan ia menganggapku lawan, musuh, saingan, seseorang yang ia paling benci, aku tidak peduli. Perasaanku padanya masih sama, aku masih menganggapnya sahabat, yang paling mengerti aku, yang tahu mana yang terbaik untukku.
Gadis itu sudah kubilang, memiliki perubahan yang sungguh pesat. Ia tumbuh memiliki banyak teman di lingkungannya, sangat berbanding terbalik dengan aku setelah perpisahan kami. Apa yang aku tulis disini mungkin tak akan pernah ia baca. Aku tahu, ia sungguh sibuk dengan hal-hal yang bersangkutan dengan sekolahnya daripada untuk menjentikkan laptop sejenak dan membaca apa yang aku tulis disini.
Tak apa, aku tak memedulikan hal itu. Menurutku, ia masih sama luar biasanya seperti dulu.
Aku ingin menjadi sosok seberani dan setangguh dia. Aku ingin menjadi sosok yang memiliki banyak teman dan kenalan seperti dia. Aku ingin menjadi sosok tekun seperti dia.
Meskipun aku, tidak sekalipun mewarisi salah satu sifatnya yang easy going itu.
Aku rindu kenangan, aku rindu memori, aku rindu sekolah menengah pertama, aku rindu musikalisasi puisi yang aku dan gadis itu ciptakan, aku rindu melihatnya duduk di sebelahku sebagai teman sebangkuku.
Aku ingin menemukan mesin waktu, agar aku bisa kembali menyelami masa putih-biru yang aku tak ingin sia-siakan barang sedetikpun. Aku ingin bisa pergi ke gathering Kpop bersama gadis itu lagi. Aku ingin ia cerita masalahnya lagi padaku. Dan aku yakin, bukan aku lagi yang jadi tempatnya berteduh, bukan aku lagi yang jadi penampung cerita-ceritanya, bukan aku lagi yang mendengar nama "A**b" dikumandangkan, bukan aku lagi yang duduk di sampingnya. Ada orang lain, yang jauh lebih baik dariku kini di lingkungannya. Aku? Hanyalah sebatas memori yang lewat tak sengaja dalam hidupnya.
Ini semua karena sang waktu. Jika waktu tidak bicara, kami tidak mungkin terpisah seperti ini. Ketakutanku kehilangannya pun kini menjelma jadi nyata.
Seharusnya aku sadar. Aku tak mungkin mengharapkannya kembali, mengharap ia duduk di sampingku lagi, mengharap ia berbagi keluh kesahnya padaku lagi. Aku terpaksa harus mundur, melepas kenangan, menyerahkannya pada orang baru di lingkungannya yang berhak menjaga ia.
Mungkin ia tidak ingat, ketika kelas tujuh, aku mungkin satu-satunya orang yang melihatnya membenarkan dasi upacara orang yang paling ia cintai.
Mungkin ia tidak ingat, ketika kelas delapan, aku dan ia pernah mengirimkan pesan teks panjang lebar hingga larut malam.
Mungkin ia tidak ingat, ketika kelas sembilan, ia pernah menyukai pria yang kebetulan bertemu di RS. Siloam Palembang, hingga ia tersadar bahwa pria itu rumahnya tidak jauh dari rumahnya sendiri.
Mungkin gadis itu tidak ingat, bahwa tepatnya setahun yang lalu, aku pernah mengerjainya habis-habisan sehingga ia benci padaku. Aku berpura-pura jadian dengan orang yang kala itu sudah tiga tahun ia cintai, namun bertepuk sebelah tangan. Sehingga ia mengirim pesan send all yang isinya seperti ini, tanpa pengurangan : Ambil! Mungkin aku terlalu bermimpi.
Ya, gadis itu Rina Efrilia. Gadis yang lahir pada hari ke-26 bulan April, 16 tahun silam. Satu-satunya orang yang aku panggil dengan panggilan kesayangan, 'Rinut'.
Teruntuk Rinut : 'Selamat ulang tahun, ya. Mungkin kali ini aku tidak bisa mengerjaimu seperti tahun lalu karena masalah tempat, kita sudah ditakdirkan berbeda. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Dan semoga Allah selalu menyertaimu di setiap langkah yang kau tempuh. Juga, aku berdoa agar Kak A**b membalas cintamu, hehe'
Dari seseorang yang mungkin tak akan kau anggap spesial.
![]() |
| Ini aku dan Rinut, ketika lomba di Methodist, bersama Choi Ye Rim Eonni dari Korea |
![]() |
| Ini zaman alay |
![]() | |||||
| Ini ketika di rumah Tegar ada acara |
| ||
| Dan ini, ketika perpisahan |






Komentar
Posting Komentar