Tak Seperti yang Aku Duga
Ada dua pengaplikasian jatuh cinta menurut pandanganku. Yang pertama, mencintai dengan pengakuan. Yang kedua, mencintai secara diam. Dua-duanya memiliki kekurangan juga kelebihan tersendiri.
Aku terbiasa mencintai dengan pengakuan. Biasanya, aku menceritakan seseorang yang kusukai pada siapapun. Kecuali orang yang kusukai itu sendiri. Dengan begitu, setiap orang mendukungku, juga membelaku. Tetapi rasa sakitnya ketika cinta itu terbukti bertepuk sebelah tangan. Disana lah kau merasa bahwa kau egois dengan perasaanmu, juga rasa malu yang mungkin timbul lantaran cinta yang tak terbalaskan.
Lalu aku mencoba sesuatu yang baru, mencintai secara diam. Awalnya, aku menikmatinya. Namun lambat laun rasa sakit itu mulai menjalari. Kau akan sakit melihat orang yang kau suka digelayuti lengannya oleh gadis lain. Kau tentunya juga akan sakit melihat orang yang kau suka, disukai oleh orang lain, bahkan sahabatmu sendiri. Kau ingin menjelaskan bahwa kau juga menyukainya, namun sudah terlambat, melukai sahabatmu sendiri adalah sesuatu yang memang haram dilakukan.
Memang tak seperti yang aku duga. Kukira, mencintai secara diam itu menyenangkan. Kukira, mencintai secara diam itu adalah hal terbaik yang bisa kulakukan. Nyatanya, seperti pada artikel yang pernah aku baca, mencintai diam-diam pada akhirnya akan berakhir diam-diam.
Aku tak pernah menduga bahwa hanya senyumnya bahkan hadirnya bisa membuatku sebahagia ini. Aku juga tak pernah menduga bahwa ketika ia bersama gadis lain bisa membuatku sesakit ini.
Tetapi entahlah, tak seperti yang aku duga, dia dan aku sekarang telah berbeda. Sesungguhnya, aku merindukan suara rendahnya.
Aku terbiasa mencintai dengan pengakuan. Biasanya, aku menceritakan seseorang yang kusukai pada siapapun. Kecuali orang yang kusukai itu sendiri. Dengan begitu, setiap orang mendukungku, juga membelaku. Tetapi rasa sakitnya ketika cinta itu terbukti bertepuk sebelah tangan. Disana lah kau merasa bahwa kau egois dengan perasaanmu, juga rasa malu yang mungkin timbul lantaran cinta yang tak terbalaskan.
Lalu aku mencoba sesuatu yang baru, mencintai secara diam. Awalnya, aku menikmatinya. Namun lambat laun rasa sakit itu mulai menjalari. Kau akan sakit melihat orang yang kau suka digelayuti lengannya oleh gadis lain. Kau tentunya juga akan sakit melihat orang yang kau suka, disukai oleh orang lain, bahkan sahabatmu sendiri. Kau ingin menjelaskan bahwa kau juga menyukainya, namun sudah terlambat, melukai sahabatmu sendiri adalah sesuatu yang memang haram dilakukan.
Memang tak seperti yang aku duga. Kukira, mencintai secara diam itu menyenangkan. Kukira, mencintai secara diam itu adalah hal terbaik yang bisa kulakukan. Nyatanya, seperti pada artikel yang pernah aku baca, mencintai diam-diam pada akhirnya akan berakhir diam-diam.
Aku tak pernah menduga bahwa hanya senyumnya bahkan hadirnya bisa membuatku sebahagia ini. Aku juga tak pernah menduga bahwa ketika ia bersama gadis lain bisa membuatku sesakit ini.
Tetapi entahlah, tak seperti yang aku duga, dia dan aku sekarang telah berbeda. Sesungguhnya, aku merindukan suara rendahnya.

Komentar
Posting Komentar