Siapa Kamu?
Entah dari mana aku bisa mengenalmu. Yang jelas, kau hadir di saat aku tidak membutuhkanmu. Aku tidak tahu siapa kamu, kamu terlalu gaib untuk manusia seukuranku.
Siapa kamu? Yang duduk di sebelahku ketika tes berlangsung. Aku lupa bahkan tes apa itu, yang jelas, aku bertemu kamu, di sela kebisingan suasana.
Kau tersenyum ke arahku. Bertanya siapa namaku. Aku sebutkan, tentu saja. Kita banyak mengobrol, mulai dari kau yang meminta nomor handphone-ku, serta kau yang menunjukkan foto-fotomu bersama teman-teman SMA-mu. Di sana tertulis "XI IPA 1" . Aku masih mengingatnya.. Mengingat kelasmu dengan jelas.
Setelah itu, kau menunjukkan fotomu ketika masih di sekolah menengah pertama. Kau tampak imut, aku menyukai bagaimana dirimu di foto tanpa sengaja seperti itu, yang membuat kesan natural ada dalam dirimu.
Lalu aku bertanya, dimana kamu mengambil foto itu. Dan kamu, dengan gaya bahasamu menjawab dengan santai, "SMPN 11 Palembang"
***
"SMPN 11 Palembang" ujarmu masih dengan ekspresi tak menentu.
Aku membelalakkan mataku "Hah? Di mana itu?"
"Di Palembang" ucapmu lagi yang membuatku ingin menyemburkan tawaku.
"Iya aku tahu, di Palembang, tapi di daerah mana?"
"Rahasia.. Cari sendiri di Google, haha"
Aku mengerucutkan bibirku "Lalu, sekarang kau sekolah di mana?"
Kau dengan ekspresi datar, menjawab "Di SMAN 11 Palembang"
"Kau serius?" ucapku tak percaya. Bagaimana mungkin sekolahmu sangat dekat dengan rumahku? Bagaimana bisa? Apakah ini takdir yang Tuhan berikan untukku?
Kemudian kau menjawab pertanyaanku barusan, "Dua rius". Di ikuti dengan jemari dari tangan kananmu yang membentuk angka dua.
Tiba-tiba, bayangan putih menyergap permukaan mataku. Aku begitu mengingat kulit putihmu, mata sipitmu, dan rahangmu yang tegas, juga rambut gondrongmu yang tidak mau kamu potong. Tetapi bayangan itu lenyap ketika aku melihat jam dinding kamarku. Pukul 11.30 pagi. Aih, aku kesiangan. Dan kamu hanya hadir dalam mimpiku. Mengapa mimpi? Siapa kau? Yang seenaknya saja memasuki dunia mimpiku? Yang memberiku petunjuk agar aku mencarimu. XI IPA 1, SMAN 11 Palembang. Ini konyol! Satu hal yang aku lupa... Aku lupa menanyakan namamu!
Siapa kamu? Yang duduk di sebelahku ketika tes berlangsung. Aku lupa bahkan tes apa itu, yang jelas, aku bertemu kamu, di sela kebisingan suasana.
Kau tersenyum ke arahku. Bertanya siapa namaku. Aku sebutkan, tentu saja. Kita banyak mengobrol, mulai dari kau yang meminta nomor handphone-ku, serta kau yang menunjukkan foto-fotomu bersama teman-teman SMA-mu. Di sana tertulis "XI IPA 1" . Aku masih mengingatnya.. Mengingat kelasmu dengan jelas.
Setelah itu, kau menunjukkan fotomu ketika masih di sekolah menengah pertama. Kau tampak imut, aku menyukai bagaimana dirimu di foto tanpa sengaja seperti itu, yang membuat kesan natural ada dalam dirimu.
Lalu aku bertanya, dimana kamu mengambil foto itu. Dan kamu, dengan gaya bahasamu menjawab dengan santai, "SMPN 11 Palembang"
***
"SMPN 11 Palembang" ujarmu masih dengan ekspresi tak menentu.
Aku membelalakkan mataku "Hah? Di mana itu?"
"Di Palembang" ucapmu lagi yang membuatku ingin menyemburkan tawaku.
"Iya aku tahu, di Palembang, tapi di daerah mana?"
"Rahasia.. Cari sendiri di Google, haha"
Aku mengerucutkan bibirku "Lalu, sekarang kau sekolah di mana?"
Kau dengan ekspresi datar, menjawab "Di SMAN 11 Palembang"
"Kau serius?" ucapku tak percaya. Bagaimana mungkin sekolahmu sangat dekat dengan rumahku? Bagaimana bisa? Apakah ini takdir yang Tuhan berikan untukku?
Kemudian kau menjawab pertanyaanku barusan, "Dua rius". Di ikuti dengan jemari dari tangan kananmu yang membentuk angka dua.
Tiba-tiba, bayangan putih menyergap permukaan mataku. Aku begitu mengingat kulit putihmu, mata sipitmu, dan rahangmu yang tegas, juga rambut gondrongmu yang tidak mau kamu potong. Tetapi bayangan itu lenyap ketika aku melihat jam dinding kamarku. Pukul 11.30 pagi. Aih, aku kesiangan. Dan kamu hanya hadir dalam mimpiku. Mengapa mimpi? Siapa kau? Yang seenaknya saja memasuki dunia mimpiku? Yang memberiku petunjuk agar aku mencarimu. XI IPA 1, SMAN 11 Palembang. Ini konyol! Satu hal yang aku lupa... Aku lupa menanyakan namamu!

Komentar
Posting Komentar