Sejenak



Bila jingga berjingkat sejenak
Menyusur kala kelam ranah pertiwi
Dahulu darah tercecer tanpa dipungut
Jiwa-jiwa habis direnggut
Api sukma bergumul menyulut
Teriak! Koyakkan dada yang menghantam semesta

Sejenak putar waktu ke arah ini
Saat arus itu tiba menghunjam bumi
Integrasi bangsa dielu-elukan
Slogan nasionalisme dipapar-paparkan
Namun merpati itu hanya sekadar bualan
Realita berbanding terbalik dengan asa
Ke mana laksamana muda yang menggerus darah mereka?

Sejenak pikir
Kosong
Tercekik sudah ke dalam buai lagu tidur milik mereka
Kepada mereka yang telah jadi kiblat kata “maju”
Menjalar sejenak pikir kami modern
Namun fakta menjawab kami wajah-wajah pengikut yang digiring
Laksana raga kosong yang mengangguk bila dicaci
Bukan lagi ranah ini sang pemilik raga

Pikir sejenak tentang darah-darah yang tercecer itu
Lalu pikir sejenak tentang rasa yang kaumiliki
Ketika sang Saka Merah Putih dikibar
Atau ketika Indonesia Raya dikumandang
Kau terlelap atau memakna?

-A.

Komentar

Postingan Populer